Jumat, 11 Januari 2013

LINGKUNGAN PERUSAHAAN


Pengertian Perusahaan

        Perusahaan adalah sutu organisasi dimana sumber daya (input) dasar seperti bahan dan tenaga kerja dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) kepada pelanggan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu memaksimalkan laba. Jenis perusahaan dibedakan menjadi tiga, yaotu: perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa. Sedangkan bentuk dari perusahaan itu sendiri dibedakan menjadi: perusahaan perseorangan dan persekutuan (perseroan)..

Berikut Pengertian Perusahaan dari berbagai sudut pandang :

MOLENGRAAFF
Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk memperoleh penghasilan dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang atau mengadakan perjanjian perdagangan

PEMERINTAH HINDIA BELANDA
Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan, yang dilakukan secara tidak terputus-putus, dengan terang-terangan, dalam kedudukan tertentu dan untuk mencari laba (bagi diri sendiri)

UU No.8 TAHUN 1997, PASAL 1 (1)
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan memperoleh keuntungan dan atau laba bersih, baik yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah negara RI

MURTI SUMARNI (1997)
Perusahaan adalah sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah sumber daya ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.

MUCH NURACHMAD
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutun, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekrjakan pekerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain

Perusahaan dalam Lingkungannya

     Perusahaan adalah suatu sistem fisik, yang dikelola dengan menggunakan suatu sistem konseptual. Sistem fisik perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup, dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Sedangkan sistem konseptual perusahaan adalah sistem lingkaran terbuka, dalam arti berhubungan dengan lingkungannya.
Delapan Elemen Lingkungan

1. Pemasok menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk     memproduksi barang dan jasanya.
2.  Pelanggan perusahaan, yang mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai barang atau jasa yang dihasilkan.
3. Serikat buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil.
4. Masyarakat keuangan, yaitu lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia bagi perussahaan.
5. Pemegang saham atau pemilik adalah orang-orang yang menanamkan modal di perusahaan dan mewakili tingkat manajemen tertinggi.
6. Pesaing mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasaran.
7. Pemerintah, pada tingkat pusat, daerah, dan lokal, memberikan kendala-kendala dalam bentuk undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi dan dana.
8. Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasinya.

Keunggulan Kompetitif

 Perusahaan tidak akan pernah berhenti menghadapi permasalahan di dalam dan di luar perusahaan. Permasalahan di dalam menyangkut aspek retrukturisasi organisasi perusahaan, akuisisi, dan merger serta aliansi strategik. Dalam aspek yang lebih operasional menyangkut manajemen finansial, produksi, pemasaran, manajemen administrasi dan manajemen sumberdaya manusia. Sementara itu masalah eksternal ditandai oleh aktifitas ekonomi pasar sedemikian dinamisnya seperti tuntutan pelanggan terhadap mutu dan keamanan produk, fluktuasi harga input dan output, ekspansi pasar perusahaan lain,  teknologi dan pesaing. Dalam upaya  mencapai keunggulan kompetitif, perusahaan harus  menghadapi tantangan bahkan  tekanan-tekanan internal dan eksternal itu. Salah satu pendekatannya adalah bagaimana mengefektifkan potensi sumberdaya yang ada.


Perencanaan Strategi Perusahaan

         Sebuah Perusahaan atau organisasi memeliki tujuan untuk lebih baik dan lebih besar dalam perkembangannya ke depan. Keberhasilan sebuah perusahaan atau organisasi bergantung pad a banyak factor. Salah satu factor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah atau organisasi, yaitu perencanaan strategis.


Manfaat Perencanaan Strategis
Perencanaan untuk mengambil langkah strategis bukan tanpa tujuan. Perusahaan atau organisasi yang mengambil langkah strategis memiliki tujuan, yaitu goal positif untuk kemajuan perusahaan atau organisasi.
Memberikan kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran tahunan perusahaan atau organisasi :
  • Sebagai pengembangan manajemen
  • Sebagai mekanisme untuk memaksa atasan untuk memikirkan langkah jangka panjang perusahaan atau organisasi
  • Sebagai alat untuk mensejajarkan manajer dengan langkah strategis jangka panjang perusahaan atau organisasi



Proses Perencanaan Strategis

Dalam Sebuah Perusahaan, periode operasi dijalankan sesuai dengan tahun kalender. Proses pengambilan langkah strategis ini dilakukan sebelum pembuatan anggaran tahunan. Berikut ini langkah – langkah perencanaan strategis.

1. Meninjau dan memperbaharui rencana strategis dari tahun Lalu
Selama satu tahun, keputusan yang mengubah rencana pengambilan langkah startegis dibuat. Manajemen dapat memutuskan kapan saja jika kebutuhan akan hal tersebut ada. Secara konsep, dampak dari keputusan jamgka panjang tersebut sebaiknya dimasukkan dalam rencana pengambilan langkah strategis yang sifatnya sbut tegera setelah keputusan itu diambil.
Jika rencana pengambilan langkah strategis itu tidak dijalankan dengan baik, rencana tersebut tidak lagi mencerminkan langkah yang akan ditentukan atau langkah yang akan diambil oleh perusahaan. Khususnya, rencana itu tidak mencerminkan dasar untuk menguji langkah strategis dan program yang dihasilkan dari perencanaan strategis tersebut.

2. Memutuskan Asumsi dan Pedoman
Rencana strategis yang telah diperbaharui, memasukkan berbagai asumsi luas, seperti pendapatan dari Produk Domestik Bruto (PDB), tariff tenaga kerja, tingkat suku bunga, harga jual, dan kondisi pasar. Asumsi – asumsi tersebut diperiksa kembali dan jika memungkinkan dapat diubah dengan memasukkan informasi paling terakhir.

3. Iterasi Rencana Strategis (I)
Dengan memakai asumsi, pedoman , dan tujuan tersebut, unit bisnis dan unit lainnya membuat desain awal dari langkah perencanaan strategis. Dalam rencana pengambilan langkah strategis ini memasukkan rencana operasi yang berbeda dengan rencana yang telah dijalankan sekarang.
Dalam perencanaan langkah strategis, staf bagian bisnis mayoritas melakukan perkerjaan yang bersifat analisis. Sementara itu, manajer bisnis melakukan pengambilan keputusan dalam strategi perencanaan.

4. Analisis
Ketika atasan atau kantor pusat (Head Office) menerima rencana yang diajukan unit bisnis, kantor pusat akan melakukan penyatuan menjadi suatu perencanaan langkah strategis secara keseluruhan. Dalam sebuah perusahaan, ada staf pemasaran dan perencanaan. Staf ini berfungsi sebagai bagian yang menganalisis secara mendalam dalam sebuah perencanaan strategis.
Unit bisnis yang merencanakan langkah strategis perusahaan ini, misalnya merencanakan strategi pemasaran baru. Dalam strategis pemasaran baru tersebut, akan memecahkan bagaimana caranya agar penjualan yang dihasilkan akan sebesar dengan hasil yang direncanakan dalam rencana strategis.

5. Iterasi Rencana Strategis (II)
Analisis dari perencanaan bisnis yang telah jalan pasti memerlukan revisi jika terjadi masalah dalam perencanaannya. Revisi rencana langkah strategis ini tidak dalam satu unit bisnis saja, tapi juga bias berdampak pada perubahan asumsi anggaran yang berakibat pada terpengaruhnya semua unit bisnis.
Itulah penjelasan mengenai perencanaan bisnis dalam perusahaan atau organisasi. Intinya, langkah strategis diambil perusahaan atau organisasi untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan. Perencanaan strategis ini biasanya dilakukan dalam periode jangka panjang.

Konsep manajemen sumber daya informasi 

       Manajemen sumberdaya informasi (Information resources management – IRM) adalah aktivitas yang dijalankan manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan pemakai.
Elemen-elemen IRM yang diperlukan adalah :
a) Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumberdaya informasi yang unggul.
b) Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
c) Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.
d) Perhatian pada sumberdaya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis dan rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi.
e) Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.





Selasa, 20 November 2012

DSS (Decision Support Systhem)


Sejarah DSS

Pengembangan DSS berawal Pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer berinteraksi time sharing. Pada Mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi . Time sharing membuka peluang baru dalam penggunaan computer.Tidak sampai tahun 1971, ditentukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya frofesor MIT , bersama – sama menulis Artikel dalam jurnal yang Berjudul “ A Framework for Management Information Systhem ” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen.

Pengertian DSS

DSS adalah seperangkat sstem yang mampu memecahkan masalah secara efisien dan efektif, yang bertujuan untuk membantu pengambil keputusan memilih berbagai alternative keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperoleh/ tersedia dengan menggunakan model-model pengambilan keputusan.

Fungsi

Fungsi DSS bagi seorang manajer antara lain:

a. Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi terstruktur
b. Memberikan dukungan bagi pertimbangan manajerdan bukan dimaksudkan untuk menggantikan fungsi manajer.
c. Meningkatkan efiktifitas keputusan yang diambil manajer

DSS UMKM

            Ialah adalah sebuah kelas sistem komputerisasi informasi,  yang dapat mendukung para penggunanya dalam perencanaan dan pengambilankeputusan kelayakan ekonomi dan keuangan yang dalam hal ini untuk usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM). DSS dapat memberikan kemudahan dalam melakukan perhitungan, ketelitian dalam perhitungan dan pemeriksaan. Aplikasi  software DSS UMKM diharapkan dapat memberikan efektivitas dan efesiensi bagi pihak pemerintah,  pelaku usaha dan lembaga intermediary dalam melakukan pengambilan keputusan untuk  mengembangkan bisnis UMKM.


Fitur – Fitur Software DSS UMKM

Aplikasi Software DSS UMKM ini memiliki fitur-fitur (fasilitas) yang dapat dimanfaatkan bagi setiap user (pengguna) sebagai berikut:

1. Mendukung user UMKM pada sektor perdagangan, pertanian, manufaktur, jasa, restoran untuk perencanaan dan pengambilan keputusan kelayakan ekonomi dan keuangan.

2. Memiliki fasilitas yang memberikan informasi dan wawasan berkaitan dengan peristilahan dan teknik-teknik pembuatan perencanaan maupun pengambilan keputusan kelayakan ekonomi dan  keuangan.

3. Mampu melakukan ekspor dokumen menjadi file doc (Microsoft Word) siap cetak.

4. Proses pengisian untuk pembuatan studi kelayakan ekonomi dan keuangan tidak harus dilaksanakan  pada satu waktu dan dapat disimpan kapan saja.


Selasa, 30 Oktober 2012

Apa itu Data, Informasi dan Sistem ?


Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.

Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.

Sistem ialah suatu kesatuan prosedur atau komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya bekerja sama sesuai dengan aturan yang diterapkan sehingga membentuk tujuan yang sama. dimana dalam sebuah sistem bila terjadi satu bagian saja yang tidak berkerja atau rusak maka suatu tujuan bisa terjadi kesalahan hasilnya atau outputnya.

Definisi sistem menurut para ahli :
Ludwig Von BartalanfySistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
Anatol RaporotSistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
L. AckofSistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.
L. James HaveryMenurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
John Mc Manama
Menurutnya sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.
C.W. Churchman
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
J.C. Hinggins
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
Edgar F Huse dan James L. Bowdict
Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.

Syarat-syarat sistem :
1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.
2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.
Secara garis besar,  sistem dapat dibagi 2 :
A. Sistem Fisik ( PHYSICAL SYSTEM ) :
Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya.
Contoh  :
- Sistem transportasi, elemen : petugas,mesin, organisasi yang menjalankan transportasi
- Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersama-sama untuk menjalankan  pengolahan data.
B. Sistem Abstrak ( ABSTRACT SYSTEM) :
Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya.
Contoh :
Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Contohnya :
Penggunaan data , informasi dan sistem di Kanwil I PT Pegadaian Medan

Di Kanwil I Medan PT Pegadaian yang memiliki segudang kegiatan mereka menggunakan sistem dengan pencatatan barang keluar dan barang masuk dimana , Kantor ini setiap ingin melakukan pengiriman entah itu FPK, SBR atau pun Air Uji. Mereka selalu mencatat berapa yang mereka keluar kan untuk dikirim ke cabang - cabang Pegadaian yang ada di Kota Medan - Aceh dan selalu memberikan tertinggal berupa surat bukti tanda pengiriman. Dimana surat itu di pegang oleh Kanwil sendiri dan cabang yang meminta barang, Jadi dengan dilakukannya itu dapat mengetahui apa - apa saja yang telah keluar maupun masuk dan disusun secara rapi di arsip mereka.

Rabu, 25 April 2012

EVALUASI USAHA


        Evaluasi usaha merupakan suatu usaha untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan pelaksanaan proyek, apakah proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Terdapat beberapa kegunaan dari evaluasi kelayakan usaha, yaitu:
1. Memandu pemilik dana untuk mengoptimalkan penggunaan dana yang dimilikinya.
2. Memperkecil resiko kegagalan investasi dan bisa memperbesar peluang keberhasilan investasi yang bersangkutan. (umar : 2003 )

Tahap-tahap Evaluasi Kelayakan Usaha :

1. Analisa Aspek Pasar
       Evaluasi aspek pasar sangat penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang/jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Pada dasarnya, analisis pasar bertujuan untuk mengetahui berapa besar luas pasar, pertumbuhan permintaan dan pangsa pasar dari produk yang bersangkutan.

I. Penentuan Pasar
        Pasar merupakan kimpulan seluruh pembeli aktual dan potensial dari suatu produk. Dalam penentuan pasar ada beberapa kriteria pasar yang harus diukur untuk mempermudah penentuan pasar sasaran, yaitu:
a. Pasar potensial adalah sejumlah konsumen atau pelanggan yang mempunyai minat terhadap suatu penawaran pasar.
b. Pasar tersedia adalah sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan dan akses penawaran pasar tertentu
c. Pasar sasaran adalah bagian dari pasar yang memenuhi syarat dan juga bersedia untuk dimasuki perusahaan kita. (Chumaidiyah : 2004a)

II. Peramalan Permintaan
Metode peramalan permintaan dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu :

1. Metode Kuantitatif
Metode yang menggunakan data kuantitatif untuk peramalan, yaitu metoda rata dan metoda eksponensial smoothing.

2. Metoda Kualitatif
       Metode ini tidak menggunakan data berupa angka, metode-metode yang digunakan yaitumetode eksploratori dan metode normatif. Metode eksploratori menggunakan asumsi titik asal pada saat ini dan masa lalu untuk proyeksi masa datang. Metode normatif bermula darikondisi ideal dan melihat kemungkinan-kemungkinan dengan kondisi saat ini.

3. Peramalan Tanpa Data Statistik
a. Peramalan analisis menurut sektor pemakai
b. Memperhatikan faktor-faktor politik
c. Evaluasi akhir ukuran pasar (Chumaidiyah : 2004b)

2. Analisa Aspek Teknis
      Analisis aspek teknis antara lain menentukan jenis teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan usaha yang dikaji. Beberapa faktor yang dipertimbangan dalam pemilihan jenis teknologi, antara lain:
1. Jenis teknologi yang diajukan harus memenuhi standard mutu yang sesuai dengan keinginan pasar atau konsumen.
2. Teknologi harus sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk mencapai skala produks yang ekonomis.
3. Pilihan jenis teknologi yang diusulkan sering dipengaruhi oleh kemungkinan pengadaan tenaga ahli, pengadaan bahan baku, dan bahan penunjang yang diperlukan untuk penerapannya. Seringkali keterbatasan pengadaan salah satu bahan baku, baik dalam kualitas maupun kuantitas akan membatasi perencanaan proyek, serta berpengaruh pada biaya.
4. Pemilihan teknologi hendaknya dikaitkan dengan memperhatikan jumlah dana yang diperlukan untuk pembelian mesin serta peralatan yang dibutuhkan.
5. Perlu juga meninjau pengalaman penerapan teknologi yang bersangkutan oleh pihak lain di tempat lain, sehingga dapat diketahui apakah teknologi tersebut telah dapat disetarakan dengan baik.
Dengan pertimbangan faktor diatas, sehingga bisa disimpulkan untuk kebutuhan teknis pada Saboten Shokudo dipengaruhi oleh variasi produk yang ditawarkan, pelayanan pelanggan,kenyamanan rumah makan, dan kemudahan akses. (Chumaidiyah : 2004a)

3. Analisis Aspek finansial
     Analisis aspek finansial dipergunakan untuk mengetahui karakteristik finansial dari suatuperusahaan melalui data-data akuntansinya. Karena dari data-data finansial tersebut dapat ditentukan bagaimana prospeknya dimasa depan. Untuk menentukan suatu investasi layak atau tidak dan untuk memilih alternatif investasi yang ditawarkan, diperlukan suatu dasar bagi pihak pengambil keputusan untuk melakukan evaluasi investasi. Dasar-dasar yang digunakan untuk melakukan evaluasi investasi diantaranya adalah aliran kas (cash flow), yakni pendapatan pengeluaran yang terjadi sebagai akibat pengadaan dan pengoperasian suatu proyek dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang Selain itu untuk menganalisa investasi yang ada, harus memperhatikan nilai depresiasi. Depresiasi atau penyusutan merupakan proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaat dengan cara yang rasional dan sistematis. Aktiva tetap yang dipakai dalam suatu perusahaan dari waktu ke waktu, kemampuan untuk menghasilkan barang atau jasa cenderung akan semakin menurun baik secara fisik maupun fungsinya. (Chumaidiyah : 2004a)

Evaluasi Kemajuan

         Usaha Melakukan evaluasi kemajuan usaha merupakan proses yang berlangsung terus menerus dan berkesinambungan. Evaluasi berangkat dari kegiatan montoring setiap proses dalam usaha yang dijalankan, dari hasil monitoring dapat dibuat analisis kemajuan, kemunduran dan pencapaian apa yang sudah dilaksanakan. Evaluasi dan monitoring bagi seorang enterpreneur sekaligus menjadi sarana belajar dan proses mengupgrade diri. dalam proses inibisa jadi ditemukan hal-hal baru dan strategi baru mencapai sukses bisnis.

         Bagi pelaku usaha baik itu Usaha Kecil, Usaha Mikro atau Usaha menengah mengalami kemandegan dalam sebuah usaha tentu merupakan sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak dikehendaki. Tentu setiap orang menginginkan selalu mengalami kemajuan Usaha dari waktu ke waktu. Akan tetapi kemandegan dan stagnasi usaha terkadang menjadi sesuatu hal yang tidak bisa dihindarkan, bahkan terkadang harus mundur beberapa tahap. Banyak hal yang bisa mempengaruhi kondisi usaha kita, pasar yang mulai lesu, persaingan yang makin ketat, produktifitas menurun, biaya produksi yang meningkat dan lain-lain. Bagaimana agar usaha selalu mengalami kemajuan, atau paling tidak tidak surut ke belakang? Setelah rencana bisnis yang kita buat dengan baik apakah sudah cukup? tentu tidak kita perlu melakukan evaluasi dan monitoring usaha. Kuci untuk menuju sukses usaha adalah melakukan evaluasi terhadap usaha yang sudah dilaksanakan.

Berikut ini gambaran umum dari tipikal kondisi persaingan baru saat ini :

• Para entrepreneur sulit untuk mengenal siapa, dimana, bilamana, serta bagaimana kekuatan dan kelemahan pesaingnya

• Perubahan yang berjalan dengan cepat • Tingkat kompetisi yang sangat tinggi

• Timbulnya berbagai hal diluar perkiraan dan pengalaman Anda sebelumnya

Monitoring Dan Evaluasi Usaha

     Hal yang menjadi dasar setiap pelaku usaha untuk maju adalah keyakinan diri bahwa ia mampu untuk maju dan sukses dalam bisnis, jika cara berfikir ini cukup kuat maka satu tiket untuk sukses sudah didapat. Langkah selanjutnya adalah melaksanakan dan belajar dengan melakukan (learning by doing).

Apa saja yang perlu dievaluasi dalam sebuah bisnis?

1. Posisi Keseluruhan Usaha

     Posisi keseluruhan Usaha digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pencapaian hasil dari keseluruhan usaha. Dengan begitu bisa diketahui berapa jumlah harta (modal/pendapatan usaha), berapa jumlah hutang-hutang pada pihak lain, Berapa rata-rata pengeluaran dalam sebulan, dan berapa pendapatan bersih yang diperoleh setiap bulannya. Apakah ada penyimpangan dalam masalah keuangan? Jadi, biasakanlah untuk melakukan pengecekan posisi keuangan usaha setiap saat. Evaluasi Usaha secara menyeluruh memberikan gambaran utuh kondisi usaha yang sebenarnya.

2. Apakah Ada kemajuan atau Kemunduran usaha?

      Posisi keuangan biasanya menjadi patokan utama dalam Evaluasi kemajuan atau kemunduran sebuah usaha, meski bukan yang segala-galanya. Setelah mengetahui posisi keuangan , selanjutnya melakukan evaluasi terhadap kegiatan usaha . Apakah usaha mengalami kemajuan atau kemunduran? Cara mudahnya adalah dengan membandingkan pada saat awal anda menjalankan usaha dengan setelahnya (biasanya dengan jangka waktu pembanding yang waktunya dapat ditentukan sendiri, misalnya seperti 3 bulan, 6 bulan, atau satu tahun sekali setelah usaha berjalan).

3. Lakukan langkah perbaikan atau pengembangan

       Hasil evaluasi usaha yang menunjukkan beberapa parameter dipergunakan sebagai bahan untuk melakukan langkah selanjutnya.  Caranya, berikanlah perhatian pada penjualan yang menurun. Dimana kira-kira letak kesalahannya, sehingga Anda bisa melakukan langkah-langkah efektif untuk mengatasinya, dan bisa segera melakukan ‘penyehatan’ agar usaha Anda kembali berjalan baik. Tetapi apabila kondisi keuangan dan penjualan Anda telah sehat dan mengalami peningkatan, usahakan janglah ‘cepat puas’ dulu. Karena masih banyak sekali yang perlu Anda lakukan untuk mengembangkan usaha Anda lebih tinggi dari pencapaian hasil yang diperoleh pada periode kemarin. Setelah menerima laporan keuangan, Anda harus bersikap tenang dan berpikir melakukan perbaikan (apabila diketahui bahwa usaha mengalami kemunduran) dengan tujuan agar usaha Anda tidak semakin terpuruk. Sedini mungkin Anda harus mencoba mencari langkah yang tepat dalam memperbaiki usaha Anda.

4. Pikirkan target usaha Anda selanjutnya

       Evaluasi sebuah usaha juga bisa dimanfaatkan sebagai baha untuk mencapai merencanakan target pertumbuhan usaha selanjutnya. Jika hasil usaha sudah menunjukkan pertumbuhan usaha yang mengalami kenaikan, tentu bukan sebagai bahan berbuas diri, justru menjadi bahan untuk mencapai target dan strategi yang baru. Anda dituntut untuk memikirkan ‘target’ selanjutnya dengan upaya Anda melakukan perbaikan atau pengembangan usaha. Coba pikirkan secara cermat, apakah dengan kondisi saat ini Anda ingin mendongkrak penjualan usaha Anda karena angka penjualan mengalami kerugian yang cukup besar? Coba Anda cari peluang target apa yang kira-kira tepat untuk Anda lakukan. Misalnya seperti, Apakah ini saatnya Anda melakukan promosi lebih gencar? Apa sudah waktunya Anda melakukan ekspansi usaha ke tempat lain yang lebih ramai?

Kapan Melakukan Evaluasi Usaha

Evaluasi terhadap perkembangan usaha dapat dilakukan dalam beberapa kondisi yaitu :

1. Secara rutin/berkala.

        Anda bisa melakukan evaluasi bulanan, triwulan, ataupun tahunan. Biasanya yang paling sering dilakukan adalah evaluasi triwulan menyangkut evaluasi kegiatan sehari-hari (seperti pendapatan dan pengeluaran), dan tahunan untuk evaluasi secara lengkap yang mencakup laporan keuangan, persaingan usaha, SDM, dan lain sebagainya. Evaluasi berkala sangat baik manfaatnya, karena dengan adanya evaluasi secara rutin maka masalah-masalah yang timbul bisa lebih cepat diatasi dan peluang untk pengembangan bisa lebih cepat dimanfaatkan.

2. Secara Insidental

        Evaluasi secara insidental dilakukan setiap saat apabila (umumnya) terjadi masalah yang dirasakan cukup signifikan pada usaha Anda. Evaluasi seperti ini biasanya dilakukan apabila terjadi masalah atau kemunduran pada usaha. Evaluasi ini sebenarnya kurang baik, karena masalahnya sudah terjadi dan tindakan pencegahan pun sudah tidak bisa dilakukan. Yang terpenting adalah tindakan koreksi. Dengan adanya evaluasi rutin yang baik, diharapkan masalah yang mungkin timbul bisa ditekan sehingga evaluasi insidental ini pun bisa dikurangi.

Apa Saja Hal-Hal yang Perlu Dievaluasi ?

1. Bagaimana kondisi keuangan usaha Anda?
Ini adalah tahap pertama, dimana Anda dapat mengetahui maju mundurnya usaha Anda dan mengukur kinerja usaha Anda melalui evaluasi keuangan.

2. Bagaimana kondisi pasar bisnis Anda?
Naik turunnya kondisi pasar sangat berpengaruh pada roda usaha Anda. Karena itu Anda tidak boleh melepaskan pandangan Anda dari kondisi pasar. Suatu saat akan terjadi perubahan yang menuntut Anda peka dan mengetahui dengan cepat bagaimana permintaan atau perubahan pasar, untuk segera diantisipasi dan kembali mengikuti selera pasar.

3. Bagaimana dengan pasar usaha sasaran?
Apakah produk Anda sudah sesuai dengan kebutuhan pasar? Indikator kegiatan usaha yang sehat atau berhasil biasanya ditandai dengan tepatnya pemilihan terhadap kebutuhan atau selera, biaya, kenyamanan, dan komunikasi dengan konsumen, serta pemilihan SDM yang tepat.

4. Bagaimana kemajuan usaha Anda?
Tinjau kembali usaha anda secara berkala (paling sedikit 6 bulan)

5. Bagaimana tahapan pertumbuhan dan pengembangan usaha Anda?
Bagaimana hasil dari sasaran jangka pendeknya? Apakah ada pencapaian keuntungan dan pertumbuhan seperti yang diharapkan? Bagaimana pangsa pasarnya? Apakah memenuhi target?

6. Bagaimana kepemimpinan Anda?
Apakah Anda stress, atau hilang semangat? Apakah Anda kehilangan visi serta energi yang pernah Anda miliki pada saat pertama kali membuka usaha? Lakukan Evaluasi Usaha sebelum Usaha berada dalam titik yang mengkhawatirkan, sedini mungkin evaluasi dapat dilakukan maka ini merupakan tindakan mencegah dari kegagalan usaha.

Agar Anda dapat lebih terarah, dibawah ini dipaparkan langkah-langkah untuk mengelola usaha secara sehat, yaitu:

1. Penetapan strategi dan arah usaha Anda Kemampuan membuat perkiraan dan perencanaan usaha dengan arah yang benar Kemampuan menilai situasi dan lingkungan usaha Anda yang sekarang.

2. Mencari dan memperkerjakan tim/karyawan Anda dengan perencanaan SDM yang terencana. Mampu meninjau ulang kembali pendistribusian pembagian kerja dan arus kerja yang benar

3. Mendelegasikan tugas dan kewajiban mengelola usaha:
*Mampu mendidik dan melatih tim/karyawan Anda
*Memberi motivasi dan arah sasaran yang sama
*Kemampuan memperbaiki kinerja yang buruk
*Memelihara semangat yang tinggi pada tim/karyawan dalam situasi apapun juga

Strategi Benchmarking

     Metode untuk meningkatkan kualitas secara berkesinambungan dalam upaya mencari peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya, dan mengoptimalkan potensi diri secara penuh guna meningkatkan kinerja bisnis disebut dengan Benchmarking. Strategi ini bertujuan untuk mengukur dan memperbaiki kualitas di tempat usaha Anda. Manfaat benchmarking adalah untuk meningkatkan kualitas secara berkesinambungan, terutama dalam hal pengurangan biaya dan peningkatan kecepatan proses produksi dan pelayanan kepada pelanggan Anda. Dalam prakteknya, pengukuran benchmarking bermanfaat untuk pengukuran dan pemahaman terhadap kinerja diri Anda dan kinerja orang lain (karyawan). Sedangkan, pelaksanaan benchmarking bermanfaat untuk membuat usaha yang Anda jalankan menjadi lebih baik di masa mendatang (berdampak perubahan, membuka peluang bagi peningkatan kualitas yang diharapkan, dan memberi nilai tambah pada setiap kegiatan usaha Anda). Di lain sisi, Andapun dirasakan perlu ‘introspeksi’ untuk meningkatkan kualitas pribadi Anda, yaitu melalui self learning tanpa bantuan orang lain, serta pengamatan dan mendengarkan hal-hal yang positif dari cara kerja orang lain.

Sebelum melakukan benchmarking, terlebih dahulu evaluasi usaha Anda apakah sudah memiliki:
• SDM yang bekerja secara Teamwork?
• Strong SDM?
• SDM dan fasilitas yang dibutuhkan?
• SDM yang tepat?
• Ketrampilan bagi peningkatan kinerja tim/karyawan?
• Pemimpin yang berkemampuan meningkatkan kualitas dengan biaya minim?
• Pemimpin yang berpengaruh terhadap tim/karyawan?
• Manajemen yang berkemampuan melakukan perubahan?
• Business plan yang bertujuan short and long term?

Setelah melakukan benchmarking, mata Anda setidaknya kini menjadi lebih terbuka untuk melihat gambaran usaha Anda. Kemudian, penting untuk Anda menindaklanjutinya dengan melakukan peningkatan kualitas dan kinerja dalam mengembangkan usaha.pelaksanaan hal ini perlu dilakukan secara teratur melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.Perencanaan (Plan)
Langkah awal pemecahan masalah Anda berdasarkan data yang ditemukan di lapangan

2.Pelaksanaan (Do)
Melakukan sesuatu berdasarkan hasil analisis data yang berasal dari implementasi terhadap usul rencana perubahan usaha Anda
secara keseluruhan.

3.Mengecek (Check)
Mengkaji dan melakukan percobaan yang hasilnya disampaikan kepada tim/karyawan Anda sebagai umpan balik untuk meningkatkan kualitas.

4.Mengambil tindakan (Action/control).
Dilakukan untuk menyesuaikan proses berdasarkan percobaan Langkah-langkah yang dijelaskan diatas sangatlah membantu Anda untuk menjalankan setiap Usaha secara terprogram dan teratur. Anda dapat mengetahui apakah perencanaan anda dapat berjalan dengan sukses dengan melihat hasil pada tahapan action/control. Atau apabila Anda tidak menjumpai kesuksesan, Anda dapat melakukan evaluasi menyangkut kemungkinan kesalahan yang terjadi dalam tahap proses, yaitu pada tahapan dua dan tiga. Tahap Action/control merupakan cerminan keberhasilan perencanaan dan proses yang dijalankan. Apabila Usaha Anda mengalami tingkat keborosan dana yang tidak dapat dihindari, maka untuk menguranginya adalah dengan cara bersabar, teguhkan persepsi untuk mengatasi masalah ini dengan mencari jalan keluar yang terbaik, menyamakan persepsi, visi dan misi, dan membuat perencanaan selanjutnya yang lebih baik.

Untuk melakukan pengembangan usaha dalam lingkungan kompetisi yang baru, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berwirausaha, yaitu :

1.Strategic flexibility
Usaha Anda harus proaktif atau memiliki respon yang cepat dalam menghadapi persaingan Usaha yang tajam dan berubah-ubah sehingga mampu menjawab tantangan yang kompetitif. fleksibilitas yang strategis dari usaha Anda menjadi hal yang wajib untuk menjawab hadirnya ketidakpastian dan dinamika yang tinggi.

2. Strategic leadership
Tindakan ini memberikan tujuan, arti, dan arahan usaha Anda. Poin ini berpengaruh sangat besar kepada strategic flexibility.

3.The Entrepreneurial Competitive Advantages

Usaha Anda dapat membangun competitive advantage dengan menciptakan kompetensi dasar yang tidak dapat ditiru, jarang ada, dan tidak ada substitusinya. Hal ini haruslah berjalan secara dinamis dengan memperhatikan beberapa peluang baru, produk baru, dan pelayanan yang membuat usaha Anda dapat berkompetisi secara efektif (tidak statis)

4. Human Capital

Salah satu unsur penting kompetensi dasar dapat difokuskan kepada human capital. Pengetahuan yang diperoleh oleh tim/karyawan Anda merupakan investasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

5. Entrepreneurial Cooperation and Globalization

Bermain dalam pasar global dan menggunakan strategi bersaing adalah dua kegiatan yang berpengaruh kepada fleksibilitas stratejik melalui penciptaan dan implementasi strategi yangberwawasan entrepreneurship. Salah satu strategi untuk memasuki pasar global adalah mengadakan strategic alliance (kerjasama yang stratejik). Masing-masing partner bekerjasama mengalokasikan modalnya dan bekerjasama saling membutuhkan agar dapat bersaing di pasar global.

6. Entrepreneurial Culture

Anda perlu menciptakan budaya pembelajaran agar dapat mempertahankan kemampuan bersaing dalam lingkungan kompetisi yang baru. Kebutuhan untuk berinovasi secara terus menerus, penyebaran teknologi yang pesat, dan desakan agar merespon dengan cepat lingkungan yang berubah menjadikan pembalajaran hal yang penting untuk dilakukan.
Kiat mencapai sukses adalah dengan cara:
• Layani pelanggan Anda dengan sebaik-baiknya
• Lakukan riset mendalam mengenai daerah sasaran yang memberi pengaruh bagi kemajuan bisnis Anda sebelum atau sesudah Anda            membuka usaha ini
• Jaga jangan sampai Anda kehilangankontak hubungan dengan pelanggan dan mitra kerja Anda
• Tinjau kembali kemajuan ataupun kemunduran dari bisnis Anda secara berkala
• Perluas data pelanggan Anda, harus selalu mencari prospek pelanggan baru dan memelihara pelanggan lama
• Anda harus bisa menjual produk Anda dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, jangan melakukan tindakan kompromi yang hanya akan membuat usaha Anda impas atau mengalami kerugian
• Pacu usaha Anda sekuat tenaga dengan dukungan tim kerja yan solid
• Renungkan dan bayangkan kejadian apa yang bakal menimpa usaha Anda di masa mendatang. Buat rencana kegiatan dalam mengelola bisnis Anda secara rinci
• Biasakan Anda mengevaluasi berapa kuentungan usaha Anda kembali, sehingga usaha Anda dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat
• Jaga dan tingkatkan selalu keterampilan dan kemampuan usaha Anda
• Pastikan ‘deposito’ kas Anda selalu konsisten
• Beri Alternatif kemudahan bagi pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran melalui berbagai cara (lewat telepon atau debit ATM)

MENYUSUN RANCANGAN AWAL USAHA DAN EVALUASI PELUANG USAHA BARU

A. Menyusun Rancangan Usaha.

1. Mulai Dengan Penetapan Sasaran Usaha. Sekalipun ini baru merupakan rancangan awal, tetap saja anda perlu memulainya dengan menentukan sasaran yang hendak dicapai melalui usaha anda. Suatu rumusan sasaran yang baik mengandung ciri-ciri berikut :

a. Spesifik
b. Dapat diukur
c. Dapat dicapai
d. Realistik
e. Terikat waktu Anda jangan ragu-ragu untuk segera merumuskan sasaran anda, dan begitu terumuskan anda dapat segera mengujinya

dengan ciri-ciri yang dipersyaratkan tersebut. Misalnya begini :
Dengan usaha ini saya hendak memperoleh pendapatan Rp 800.000,- per bulan Spesifik? Kurang, seharusnya pendapatan bersih atau pendapatan kotor? Dapat diukur ? Ya : Rp 800.000,- Dapat dicapai ? Mungkin Realistik ? Mungkin Terikat waktu ? Tidak ada informasi (mestinya dalam setahun mendatang) Jadi rumusan yang lebih baik adalah : Sasaran usaha adalah pendapatan bersih sebesar Rp 800.000,- per bulan dapat saya peroleh dalam jangka waktu satu tahun.
Selama belum lulus dari uji kelima kriteria ciri tersebut, anda perlu merumuskannya berulang kali hingga cukup memuaskan. Tentu saja pendapatan bersih bukan satu-satunya hal yang layak dijadikan sasaran. Bisa juga dilengkapi atau dalam bentuk alternatif : Sasaran produksi : terjualnya sekian unit barang X berkualitas Q pada akhir tahun pertama. Sasaran penjualan : terjualnya sekian unit produk dengan harga Y rupiah per unit dalam jangka waktu 12 bulan. Sasaran keuntungan : 10% keuntungan dari investasi sebesar N juta rupiah dalam jangka waktu dua tahun usaha

2.Investasi Sumber Daya.

Sumber daya terpenting adalah diri anda sendiri. Modal dasar adalah watak kewirausahaan anda. Dan anda lengkapi pula dengan ketrampilan-ketrampilan dan keahlian-keahlian yang anda miliki. Selain itu adalah sumber daya material atau aset yang anda miliki (barang, modal, tabungan, perhiasan) lalu kurangi dengan kewajiban-kewajiban yang harus anda lunasi. Tambahkan pula aset keluarga dekat anda yang berkemungkinan untuk digunakan mendukung usaha anda. Nyatakan pada diri anda sendiri suatu ketetapan hati berapa bagian (%) dari aset itu dapat anda investasikan untuk mewujudkan usaha anda.

3.Merancang Tindakan-tindakan

Dengan landasan sumber daya ditangan anda, tindakan-tindakan apa yang hendak anda lakukan, langkah demi langkah. Pada tahap ini anda belum perlu berpikir terlalu rinci, cukuplah jika anda dapat menggariskan sekedarnya mengenai hal-hal berikut :
a. Pengenalan pasar produk anda (siapa pemakai produk, golongan penduduk mana, berapa banyak, tersebar dimana saja), serta kecendrungan perubahan-perubahannya dalam 1-5 tahun mendatang.
b. Pemilihan calon lokasi usaha anda (pusat produksi dimana, pusat pemasaran dimana, peraturan-peraturan perijinan).
c. Perancangan sistem produksi (ingat spesifikasi produk dan masalah penyediaan bahan baku).
d. Perancangan sistem organisasi dan manajemen (struktur organisasi, cara perekrutan pekerja, jaminan-jaminan keamanan dan kesejahteraan karyawan).
e. Perancangan sistem keuangan (pembukuan, sistem akunting, pengenalan sistem perpajakan)
f. Perkiraan-perkiraan dampak lingkungan (kebisingan, keributan, limbah, dan sebagainya).

4. Penjadwalan Tindakan.

Setiap rancangan tindakan-tindakan untuk mencapai suatu sasaran perlu dijadwalkan karena perumusan sasaran mengandung ciri keterikatan dengan waktu. Penjadwalan tindakan lasimnya dijadwalkan dalam format matrix.

5. Pengembangan Suatu Bisnis Proposal. Suatu saat nanti rancangan tindakan yang sederhana dan masih kasar ini akan anda kembangkan menjadi suatu bisnis proposal yang lebih terinci dan bersifat formal.

B. Evaluasi Peluang Usaha Baru

Penetapan Kelayakan Usaha Baru.

Banyak dana telah dikeluarkan dalam memulai usaha baru. Banyak pula usaha baru yang mengalami kebangkrutan dalam satu atau dua tahun, dan hanya sedikit saja yang berhasil dalam usahanya.
Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah kendali wiraswastawan. Alasan utama kegagalan usaha baru adalah:

1. Pengetahuan pasar yang tidak memadai. Kelemahan ini termasuk juga kurangnya informasi mengenai potensi permintaan untuk produk, pangsa pasar yang bisa diharapkan secara realistis, dan metode distribusi yang memadai.

2. Kinerja produk yang salah. Sering sekali produk baru tidak berfungsi seperti yang disebutkan, disebabkan oleh terlalu
cepatnya pengembangan produksi dan uji coba produk, atau kendali mutu yang tidak memadai .

3. Usaha pemasaran dan penjualan yang tidak efektif. Hasil yang buruk sering menunjukkan usaha promosi yang salah arah dan tidak memadai dan kurangnya kemampuan memecahkan masalah yang ada dalam penjualan, pelayanan atau kedekatan dengan pasar.

4. Tidak disadarinya tekanan persaingan. Usaha baru sering gagal karena wiraswastawan tidak memperhitungkan reaksi yang mungkin dilakukan pesaing, seperti potongan harga yang tinggi dan diskon khusus kepada kepada para pengecer.

5. Keusangan produk yang terlalu cepat. Daur hidup dari produk baru cendrung menjadi semakin pendek, pada banyak industri kemajuan teknologi begitu cepat sehingga produk baru cepat menjadi usang sesudah ia diluncurkan.

6. Waktu memulai usaha baru tidak tepat. Pemilihan waktu yang salah untuk meluncurkan usaha baru sering menyebabkan kegagalan komersial. Produk baru mungkin diperkenalkan sebelum adanya keinginan riil pasar dan teknologi baru atau produk tersebut mungkin terlambat diperkenalkan di pasar, ketika minat konsumen mulai menurun.

7. Kapitalisasi yang tidak memadai, pengeluaran operasi yang tidak diprediksi, investasi yang berlebihan pada aset tetap dan kesulitan keuangan yang berkait. Masalah finansial tersebut merupakan salah satu penyebab kegagalan usaha baru.

C. Analisa Kelayakan Teknis.

1. Identifikasi Spesifikasi Teknis Penting Evaluasi gagasan usaha baru hendaknya dimulai dengan identifikasi persyaratan teknis yang kritis terhadap pasar dan karenanya perlu untuk memenuhi harapan dari pelanggan potensial.
Persyaratan teknis yang paling penting adalah:

a. Desain fungsional dari produk dan daya tarik penampilanya.
b. Fleksibelitas, memungkinkan adanya modifikasi ciri luar dari produk untuk memenuhi permintaan konsumen atau perubahan teknologi dan persaingan.
c. Daya tahan bahan baku produk.
d. Bisa diandalkan, kinerja produk seperti yang diharapkan pada kondisi operasi normal.
e. Keamanan produk, tidak menimbulkan bahaya pada kondisi operasi normal.
f. Daya guna yang bisa diterima.
g. Kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah.
h. Standarisasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu.
i. Kemudahan untuk diproduksi dan diproses.
j. Kemudahan untuk ditangani.

2. Pengembangan dan Uji Coba Produk.
Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternatif dan fabrikasi model dan prototype untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian hasil negatif dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyasuaian yang perlu.

D. Penilaian Peluang –peluang Pasar.

Para wiraswastawan selalu membutuhkan informasi dan pengetahuantentang pasar mereka. Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan. Riset pasar adalah pengumpulan pencatatan dan analisa secara sistematis atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa.
Riset pasar dapat membantu :
> Menemukan pasar yang menguntungkan.
> Memilih produk yang dapat dijual.
> Menentukan perubahan dalam perilaku konsumen.
> Meningkatkan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik.
> Merencanakan sasaran yang realistik

1. Analisa Potensi Pasar.

Penentuan dan evaluasi potensi pasar dari usaha bisnis baru yang direncanakan hendaknya dimulai dengan pengumpulan data-data yang relepan dengan pasar mengenai pelangan potensial, motovasi pembeliannya, kebiasaan membeli, dan dampak perubahan dalam karakteristik produk pada potensi pasar. Penelitian mengenai potensi pasar bagi usaha baru mungkin melibatkan penilaian subyektif dan pribadi, dan tidak selalu ilmiah.

2. Identifikasi pasarpotensial
Langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan mengestimasi potensi pasar adalah:
a. Identifikasi pemakai akhir tertentu dari produk atau jasa.
b. Identifikasi segmen pasar pokok, yaitu:kategori pelangggan yang relatif homogen.
c. Menentukan atau memperkirakan volume pembelian potensial dalam tiap-tiap segmen pasar dan volume total dari segala segmen.

3. Estimasi hubungan harga (biaya) – Volume.
Konsep teoritis mengenai hubungan antara tingkat harga tertentu dan tingkat penjualanya dikenal sebagai elastisitas harga permintaan.Elastisitas ini mengukur kepekaan pembelian terhadap harga. Jika penurunan kecil pada harga menyebabkan peningkatan besar pada volume produk yang dijual, elastisitas harga permintaan adalah tinggi. Jika perubahan besar pada harga menyebabkan perubahan kecil pada volumepenjualan, permintaan dikatakan sebagai tidak elastis (inelastis)

4. Sumber Informasi Pasar.

Informasi yang diperlukan disini adalah informasi untuk mengestimasipeluang pasar dimasa sekarang dan yang akan datang dari usaha baru.
Dua pendekatan untuk memperoleh data-data tersebut adalah:
a. Mengadakan sigi yang secara spesifik dirancang untuk mengumpulkaninformasi pada proyek tertentu. Informasi yang dihasilkan dengan cara ini adalah data primer.
b. Menemukan data-data yang relevan yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah, seperti Biro Pusat Statistik, Perbankan, Kadin, dan Biro Penelitian lainnya. Jenis informasi ini dinamakan data sekunder.

5. Peranan uji coba pasar

Uji coba pasar mensyaratkan penelitian secara seksama dan evaluasioleh pelanggan potensial terhadap produk yang ditawarkan. Metode yangdigunakan dalam uji coba pasar adalah dipamerkan dalam pameranperdagangan, menjual pada sejumlah konsumen terbatas dan menggunakanuji coba pasar dimana penerimaan calon pembeli bisa diamati dan dianalisis dari dekat.
Uji coba pasar bisa memberi informasi penting sebagai berikut:

a. Volume penjualan, kemampuan mendatangkan laba yang mungkin ketikaproduk baru dipasarkan secara besar-besaran.
b. Indikasi volume penjualan pada tingkat harga yang berbeda .
c. Indikasi berhasilnya strategi pemasaran tertentu.
d. Informasi mengenai pengaruh penting yang membuat konsumen ingin membeli produk tersebut. Uji coba pasar juga memberikan

kemungkinan peluang dalam pemasaran, distribusi dan pelayanan. Proses uji coba mungkin juga mengungkapkan kelemahan atau kekurangan yang memerlukan perubahan drastis atau bahkn munculnya gagasan usaha baru.

6. Arti Penting Studi Kelayakan Pasar.
Walaupun penilaian peluang pasar bagi usaha baru cendrung memakanwaktu, tugas yang rumit adalah perlu bagi wiraswastawan untukmelakukan studi kelayakan pasar dari pada terjun kedalam usaha barutanpa persiapan terlebih dahulu.

E. Analisa Kelayakan Finansial.

Analisis kelayakan finansial dari usaha baru memerlukan pemilihan alternatif untuk diterapkan. Pendekatan analitis bagi masalah ini dipusatkan pada empat langkah dasar:
1. Penentuan kebutuhan finansial total dengan dana-dana yangdibutuhkan untuk operasioanal.
2. Penentuan sumber daya finansial yang tersedia serta biaya-biayanya,yaitu berupa pencarian sumber dana dan biaya modal.
3. Penentuan aliran kas dimasa depan yang bisa diharapkan dari operasi dengan cara analisis aliran kas pada selang waktu yang relatif singkat, biasanya bulanan.
4. Penentuan pengambilan yang diharapkan melalui analisa pengembalian dari investasi.

F. Penilaian Kemampuan Organisasi.

1. Penentuan Kebutuhan Personalia dan Perancangan Stuktur OrganisasiAwal Menentukan Kebutuhan Personalia melalui:

a. Analisa beban kerja yang diantisipasi dan berbagai aktivitas yang perlu
b. Mengelompokan aktivitas tersebut kedalam seperangkat tugas yangbisa ditangani individu secara efektif
c. Berbagi tugas dikategorisasikan untuk membentuk dasar dari struktur organisasi.

Sekali kisaran (range) dari aktifitas total yang dilakukan dan tingkat ketrampilan telah diidentifikasi, berbagai aktifitas dikelompokkan kedalam tugas yang akan dilaksanakan pada posisi individu-individu. Selanjutnya tingkat kemampuan profesional, latar belakang pendidikan dan kwalifikasi lainya dispesifikasi bagi masing-masing posisi. Saling hubungan dari berbagai posisi, pada susunan hirarkis bisa ditentukandari deskripsi posisi. Perlu diperharikan juga aspek–aspek perancangan organisasional seperti rentang pengendalian manajemen yang bisa diterima dan pemilahan fungsi lini dan staf. 2. Perbandingan kebutuhan dan Ketersediaan Personalia.Perbandingan personalia yang dibutuhkan dan orang-orang kualified yangtersedia bagi usaha baru menentukan kebutuhan staf. Pertanyaan yangharus dijawab adalah “Seberapa sulitkah menyewa atau menarik orang-orang dengan ketrampilan yang dibutuhkan pada kondisi organisasi yang baru ada?. Untuk menjawab pertanyaan ini harus dievaluasi kebutuhan usaha baruuntuk menyewa dari luar.

Evaluasi ini hendaknya memperhitungkan bahwa kebutuhan personalia mungkin berubah ketika usaha baru telah tumbuh dan mencapai tingkat kedewasaanya.

G. ANALISA PERSAINGAN.

Setiap bisnis usaha umumnya cendrung menghadapi dua jenis tekanan persaingan:
1. Persaingan langsung dari produk atau jasa yang identik denganproduk perusahaan itu pada dasarnya sama.
2. Tekanan tidak langsung dari barang substitusi. Pendekatan pragmatis untuk menganalisa tekanan persaingan dipusatkan pada tiga tugas :

a. Identifikasi persaingan pasar potensial.
b. Identifikasi berbagai strategi dan taktik yang digunakan pesaing dan dampak potensialnya terhadap operasi usaha yang direncanakan.
c. Identifikasi keuntungan persaingan tertentu dari usaha yangdirencanakan dan pengembangan strategi yang disarankan pada

penekananpada keuntungan tersebut.
Analisa ini mengungkapkan apakah usaha baru yang direncanakan memberikeuntungan persaingan yang memadai pada produknya sehingga mampumenghadapi tekanan persaingan dari pesaing langsung maupun tidak langsung.


Dalam melakukan evaluasi banyak istilah – istilah yang harus dipahami

Produksi total (Y) yaitu jumlah produksi per usahatani dengan satuan kg.
Harga Produksi (P) yaitu  Harga produksi per unit dengan satuan Rp/kg.
Penerimaan atau nilai produksi ( R atau S ) yaitu jumlah produksi dikalikan harga produksi dengn satuan Rp.
Biaya varibel (VC) yaitu biaya yang digunakan untuk membeli atu menyediakn bahan baku yang habis dalam satu kali produksi.
Biaya variabel per unit ( AVC ) yitu total biaya variabel dibagi dengan total produksi dengan satuan ( Rp/Kg ).
Biaya tetap (FC) yaitu biaya sewa lahan , pajak lahan, biaya bunga, penyusutan per usahatani dengan satuan Rp.
Biaya total (TC atau C) yitu jumlah biaya variabel dan biaya tetap per usahatani dengan satuan Rp.
Pendapatan petani (I) yaitu selisih antara penerimaan dengan total biaya per usahatani dengan satuan Rp.
Keuntungn ( ะป ) yaitu pendapatan dikurangi upah tenaga kerja keluarga (w) dan bunga modal sendiri per usahatani dengan satuan Rp.

Selasa, 10 Januari 2012

JENIS FILE (BERDASARKAN FUNGSINYA)

* Pandang toko bahan bangunan "PD. MAJU ZAYA" sebagai enterprise-nya.

a. Buatlah master file apa saja yang dibutuhkan;

b. Buatlah transaction file apa saja yang di butuhkan;

c. Tentukan mana yang termasuk dynamic dan mana yang refrence dari
master file hasil dari transaksi tersebut

d. Apa saja atribut yang dibutuhkan untuk mengkarakteristikkan suatu file BARANG yang
ada di toko bahan bangunan tersebut ?. Analisislah hingga tidak ada atribut yangtertinggal
yang dapat mengakibatkan hilangnya informasi terhadap suatu barang tersebut.

Jawaban :
A. - Rekening Master File
- Supplier Master File
- Customer Master File
- Inventory Master File
- Employee Master File

B. Transaction File yang dibutuhkan PD Maju Zaya, ialah Pembelian Persedian Barang Dagang,Penjualan Barang Dagang,Pengembalian Penjualan ke Supplier ,Pengembalian Pembelian dari Customer

C. Jenis Master File yang digunakan :
- Reference Master File
Berkas Supplier seperti Kode Perusahaan, Nama Supplier, Alamat, No Telp
Berkas Customer seperti Kode Perusahaan, Nama Customer, Alamat, No Telp
Berkas Employee seperti Kode Pegawai, Nama Pegawai, Alamat, No Telp

- Dynamic Master File
Berkas Inventory seperti stock (jumlah) Persediaan Barang


D. Atribut untuk File Barang (Inventory File)
- Kode Barang
- Nama Barang
- Kode Supplier
- Harga Beli (Rp)
- Harga Jual (Rp)
- Jumlah Persedian / Stok (unit)
- Tgl Masuk & Tgl Keluar

* Sebutkan 3 point yang menjadi membedakan antara Systhem Pemrosesan File dengan Systhem Basis
Data.

Jawaban :
System Pemrosesan File :
- Keamanan data kurang
- Memiliki sifat yang kaku
- Kemungkinan terjadinya kerangkapan data

System basis data :
- Keamanan data lebih terjaga
- Memiliki sifat yang tidak kaku
- Tidak mungkin terjadinya kerangkapan data



Perhatikan Tabel Dibawah ini:



Dari tabel diatas, tunjukkan apa yang di maksud dengan ;
a. Atribut
b. Tuple
c. Domain
d. derajat

Jawaban :

a. Atribut : Kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsi kan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut - atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data.
Contoh : Kode Matkul, Nama Matkul, SKS , Semester, Waktu, Tempat, dan Nama Dosen

b. Tuple : baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen - elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang.
contoh : IF-110 Struktur data 3 1 senin, 08.00-09.40 dan kamis, 11.00-11.50 ruang A DR Umar
Hakim

c. Domain : Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut
Contoh : 3, 4 , 2, 3 -> contoh atribut SKS

d. Derajat : Jumlah atribut dalam sebuah relasi. Dalam tabel diatas terdapat 4 tuple dalam 1
relasi.
contoh : 2SKS, 2 Semester dll...

Selasa, 29 November 2011

sistem pemrosesan data

sistem pemoresesan data adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama, pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.

istilah - istilah yang biasa terdapat pada basis data
Enterprise adalah suatu bentuk organisasi. (data yang disimpan dalam basis data merupakan dataoperasional dari suatu enterprise).
Tuple adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
Derajat (Degree) adalah jumlah atribut yang dimiliki oleh sebuah table atau relasi.

Model data berbasis record. Pada model ini menjelaskan data pada tingkat konsepsi dan
view, memakai seluruh struktur lojik basis data dan menyediakan uraian tingkat tinggi dari
implementasi. Terdiri dari sejumlah fixed format record dengan berbagai tipe. Pada model
ini teradapat 3 (tiga) macam tipe,yaitu :
· Model data relational.
· Model data nerwork, dan
· Model data hirarki.


Bahasa Dalam DBMS ( Database Management Systems ) itu terdapat 2 jenis, yaitu :
-DDL ( Data Definision Language ) adalah perintah-perintah yang digunakan untuk menjelaskan objek dari database. Dengan kata lain DDL digunakan untuk mendefinisikan kerangka database.
Contoh :
Create Table : Untuk membuat tabel

-Data Manipultion Language adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengoperasikan atau memanipulasi isi database. Adapun perintah-perintah pada DML diantaranya : Select, Insert, Update dan Delete.
Contoh : Select Query Detail artinya tampilkan Query Detail

Istilah - istilah yang sering digunakan dalam basis data

A. Atribut ( Element Data )
Atribut adalah sebuah karakteristik dari suatu entitas . . Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data.
Contoh entitas Dosen terdiri dari Nama _Dosen , tempat , Waktu , Semester , SKS, Nama _Matkul , dan Kode_Matkul.

B. Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
Contoh :
Baris Pada Kode _Matkul yaitu : IF-110, IF-310 , KU-234 , MA- 115.

C. Domain
Domain adalah kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut.
Contoh : domain Kode_Matkul adalah yang terdiri dari IF-110, IF-310 , KU-234 , MA- 115.
Domain Nama_Matkul adalah yang terdiri dari Struktur Data , Basis Data , Bahasa Indonesia , Matematika.

D. Derajat
Derajat adalah jumlah atribut dalam sebuah relasi .
Contoh jumlah Derajat dari table diatas adalah sebanyak 7 ( tujuh) atribut . Yang terdiri dari Kode_Matkul, Nama_MatKul, SKS, Semester, Waktu , Tempat , dan Nama_ Dosen.

E. Cardinality
Cardinality adalah Jumlah tupel dalam sebuah relasi .
Contoh Cardinality dari tabel diatas adalah berjumlah 28 tupel .

F. Super Key
Super Key adalah satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi .
Contoh :
Super Key dari tabel di atas adalah misalnya Kode _Matkul Super Key nya adalah IF-110, IF 310 , KU-234, dan seterusnya.

G. Primary Key
Primary Key merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.
Primary Key dari tabel diatas yaitu Kode _Matkul .
Contoh : nama_dosen: Dr. umar hakim

Kamis, 20 Oktober 2011

Basis Data

Pengertian Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.

Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.

Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah :

Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.

Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani.

Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.

Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.

Komponen Basis Data
Komponen basis data itu terdiri dari :

-Entitas adalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
Contoh entitas : Seseorang yang menjadi siswa di sebuah sekolah.

-Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain, kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu individu. sedangkan atribut adalah bagian dari entitas

-Data Value (Nilai Data) : Data Value adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi data nama pegawai tersebut.

-File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.

-Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi.

Adapun Perusahaan yang menggunakan Basis Data ini adalah CV. Tano. CV. Tano adalah toko yang bergerak di bidang usaha penjualan bahan bangunan dan jasa kontraktor. Di tempat ini program POS dipasang pada dua komputer dengan menggunakan jaringan lokal (LAN) menggunakan sistem client-server. Komputer yang digunakan adalah Pentium IV dan Pentium III, dengan memory 256MB, dan hard disk 40GB. Komputer juga dilengkapi dengan printer Epson LX300+ untuk mencetak fakturnya. Jumlah inventori yang ada sudah mencapai 1000an buah, dengan transaksi yang dilakukan cukup besar nilainya setiap hari. Ada pun program yang digunakan pada perusahaan ini adalah CoolSoftware Point Of Sales (POS) adalah program untuk penjualan berbasis sistem operasi Microsoft Windows yang sangat cocok digunakan untuk toko ritel. Hal ini dikarenakan rancangan program dibuat dengan fasilitas-fasilitas yang sesuai dengan keperluan pengguna ritel, mempunyai fasilitas sistem informasi yang lengkap, dan cara penggunaan program yang mudah, bahkan oleh orang yg awam sekalipun, program POS ini juga dibangun dengan teknologi software yang maju sehingga sangat dapat diandalkan dalam hal konsistensi data dan kecepatannya, walaupun dipasang pada komputer dengan spesifikasi yang minimal (dari PC sekelas Pentium III ke atas).

Program Coolsoft POS menggunakan database server PostgreSQL Server. Database Server tidak sama dengan Desktop Database seperti MS Acces, Paradox, SQLLite dll, karena Database Server memiliki kemampuan jauh lebih baik, seperti kestabilan diakses oleh banyak user, kecepatan yg lebih baik, lebih tahan terhadap komputer crash dll.