Jumat, 11 Januari 2013

LINGKUNGAN PERUSAHAAN


Pengertian Perusahaan

        Perusahaan adalah sutu organisasi dimana sumber daya (input) dasar seperti bahan dan tenaga kerja dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) kepada pelanggan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu memaksimalkan laba. Jenis perusahaan dibedakan menjadi tiga, yaotu: perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa. Sedangkan bentuk dari perusahaan itu sendiri dibedakan menjadi: perusahaan perseorangan dan persekutuan (perseroan)..

Berikut Pengertian Perusahaan dari berbagai sudut pandang :

MOLENGRAAFF
Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk memperoleh penghasilan dengan cara memperdagangkan atau menyerahkan barang atau mengadakan perjanjian perdagangan

PEMERINTAH HINDIA BELANDA
Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan, yang dilakukan secara tidak terputus-putus, dengan terang-terangan, dalam kedudukan tertentu dan untuk mencari laba (bagi diri sendiri)

UU No.8 TAHUN 1997, PASAL 1 (1)
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan memperoleh keuntungan dan atau laba bersih, baik yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah negara RI

MURTI SUMARNI (1997)
Perusahaan adalah sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah sumber daya ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.

MUCH NURACHMAD
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutun, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara yang mempekrjakan pekerja dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain

Perusahaan dalam Lingkungannya

     Perusahaan adalah suatu sistem fisik, yang dikelola dengan menggunakan suatu sistem konseptual. Sistem fisik perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup, dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Sedangkan sistem konseptual perusahaan adalah sistem lingkaran terbuka, dalam arti berhubungan dengan lingkungannya.
Delapan Elemen Lingkungan

1. Pemasok menyediakan material, mesin, jasa, dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk     memproduksi barang dan jasanya.
2.  Pelanggan perusahaan, yang mencakup pemakai saat ini dan calon pemakai barang atau jasa yang dihasilkan.
3. Serikat buruh adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak terampil.
4. Masyarakat keuangan, yaitu lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia bagi perussahaan.
5. Pemegang saham atau pemilik adalah orang-orang yang menanamkan modal di perusahaan dan mewakili tingkat manajemen tertinggi.
6. Pesaing mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasaran.
7. Pemerintah, pada tingkat pusat, daerah, dan lokal, memberikan kendala-kendala dalam bentuk undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi dan dana.
8. Masyarakat global adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasinya.

Keunggulan Kompetitif

 Perusahaan tidak akan pernah berhenti menghadapi permasalahan di dalam dan di luar perusahaan. Permasalahan di dalam menyangkut aspek retrukturisasi organisasi perusahaan, akuisisi, dan merger serta aliansi strategik. Dalam aspek yang lebih operasional menyangkut manajemen finansial, produksi, pemasaran, manajemen administrasi dan manajemen sumberdaya manusia. Sementara itu masalah eksternal ditandai oleh aktifitas ekonomi pasar sedemikian dinamisnya seperti tuntutan pelanggan terhadap mutu dan keamanan produk, fluktuasi harga input dan output, ekspansi pasar perusahaan lain,  teknologi dan pesaing. Dalam upaya  mencapai keunggulan kompetitif, perusahaan harus  menghadapi tantangan bahkan  tekanan-tekanan internal dan eksternal itu. Salah satu pendekatannya adalah bagaimana mengefektifkan potensi sumberdaya yang ada.


Perencanaan Strategi Perusahaan

         Sebuah Perusahaan atau organisasi memeliki tujuan untuk lebih baik dan lebih besar dalam perkembangannya ke depan. Keberhasilan sebuah perusahaan atau organisasi bergantung pad a banyak factor. Salah satu factor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah atau organisasi, yaitu perencanaan strategis.


Manfaat Perencanaan Strategis
Perencanaan untuk mengambil langkah strategis bukan tanpa tujuan. Perusahaan atau organisasi yang mengambil langkah strategis memiliki tujuan, yaitu goal positif untuk kemajuan perusahaan atau organisasi.
Memberikan kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran tahunan perusahaan atau organisasi :
  • Sebagai pengembangan manajemen
  • Sebagai mekanisme untuk memaksa atasan untuk memikirkan langkah jangka panjang perusahaan atau organisasi
  • Sebagai alat untuk mensejajarkan manajer dengan langkah strategis jangka panjang perusahaan atau organisasi



Proses Perencanaan Strategis

Dalam Sebuah Perusahaan, periode operasi dijalankan sesuai dengan tahun kalender. Proses pengambilan langkah strategis ini dilakukan sebelum pembuatan anggaran tahunan. Berikut ini langkah – langkah perencanaan strategis.

1. Meninjau dan memperbaharui rencana strategis dari tahun Lalu
Selama satu tahun, keputusan yang mengubah rencana pengambilan langkah startegis dibuat. Manajemen dapat memutuskan kapan saja jika kebutuhan akan hal tersebut ada. Secara konsep, dampak dari keputusan jamgka panjang tersebut sebaiknya dimasukkan dalam rencana pengambilan langkah strategis yang sifatnya sbut tegera setelah keputusan itu diambil.
Jika rencana pengambilan langkah strategis itu tidak dijalankan dengan baik, rencana tersebut tidak lagi mencerminkan langkah yang akan ditentukan atau langkah yang akan diambil oleh perusahaan. Khususnya, rencana itu tidak mencerminkan dasar untuk menguji langkah strategis dan program yang dihasilkan dari perencanaan strategis tersebut.

2. Memutuskan Asumsi dan Pedoman
Rencana strategis yang telah diperbaharui, memasukkan berbagai asumsi luas, seperti pendapatan dari Produk Domestik Bruto (PDB), tariff tenaga kerja, tingkat suku bunga, harga jual, dan kondisi pasar. Asumsi – asumsi tersebut diperiksa kembali dan jika memungkinkan dapat diubah dengan memasukkan informasi paling terakhir.

3. Iterasi Rencana Strategis (I)
Dengan memakai asumsi, pedoman , dan tujuan tersebut, unit bisnis dan unit lainnya membuat desain awal dari langkah perencanaan strategis. Dalam rencana pengambilan langkah strategis ini memasukkan rencana operasi yang berbeda dengan rencana yang telah dijalankan sekarang.
Dalam perencanaan langkah strategis, staf bagian bisnis mayoritas melakukan perkerjaan yang bersifat analisis. Sementara itu, manajer bisnis melakukan pengambilan keputusan dalam strategi perencanaan.

4. Analisis
Ketika atasan atau kantor pusat (Head Office) menerima rencana yang diajukan unit bisnis, kantor pusat akan melakukan penyatuan menjadi suatu perencanaan langkah strategis secara keseluruhan. Dalam sebuah perusahaan, ada staf pemasaran dan perencanaan. Staf ini berfungsi sebagai bagian yang menganalisis secara mendalam dalam sebuah perencanaan strategis.
Unit bisnis yang merencanakan langkah strategis perusahaan ini, misalnya merencanakan strategi pemasaran baru. Dalam strategis pemasaran baru tersebut, akan memecahkan bagaimana caranya agar penjualan yang dihasilkan akan sebesar dengan hasil yang direncanakan dalam rencana strategis.

5. Iterasi Rencana Strategis (II)
Analisis dari perencanaan bisnis yang telah jalan pasti memerlukan revisi jika terjadi masalah dalam perencanaannya. Revisi rencana langkah strategis ini tidak dalam satu unit bisnis saja, tapi juga bias berdampak pada perubahan asumsi anggaran yang berakibat pada terpengaruhnya semua unit bisnis.
Itulah penjelasan mengenai perencanaan bisnis dalam perusahaan atau organisasi. Intinya, langkah strategis diambil perusahaan atau organisasi untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan. Perencanaan strategis ini biasanya dilakukan dalam periode jangka panjang.

Konsep manajemen sumber daya informasi 

       Manajemen sumberdaya informasi (Information resources management – IRM) adalah aktivitas yang dijalankan manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan pemakai.
Elemen-elemen IRM yang diperlukan adalah :
a) Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumberdaya informasi yang unggul.
b) Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama.
c) Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak.
d) Perhatian pada sumberdaya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis dan rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi.
e) Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar