Minggu, 05 Mei 2013
Senin, 08 April 2013
ANALISA KEUANGAN
Analisis keuangan digunakan untuk menilai
kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha, sub usaha
atapun proyek.
Analisis
keuangan dilakukan oleh seorang profesional yang menyajikan laporan dalam
bentuk rasio yang menggunakan informasi sebagaimana tersaji dalam laporan
keuangan. Laporan ini biasanya disajikan kepada pimpinan puncak suatu usaha
sebagai acuan untuk mengambil suatu kebijakan perusahaan.
Berdasarkan
hasil analisis ini maka manajemen dapat memutuskan berbagai keputusan manajemen
misalnya :
-
Melanjutkan
atau tidak melanjutkan operasional suatu usaha atau bagian dari suatu usaha.
-
Melakukan
pembuatan atau pembelian bahan baku dalam proses produksi
-
Melakukan
pembelian atau menyewa mesin-mesin produksi
-
Melakukan
penerbitan saham atau
melakukan negosiasi untuk memperoleh pinjaman bank guna
meningkatkan modal kerja perseroan.
Berbagai
keputusan lainnya yang memungkinkan manajemen melakukan pilihan yang tepat
terhadap berbagai alternatif yang ada dalam mengelola perusahaan.
Tujuan Analisis keuangan
Analisis
keuangan seringkali menilai suatu usaha berdasarkan :
Profitabilitas adalah
kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong
pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas
perseroan biasanya dilihat dari laporan laba
rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan
hasil kinerja perseroan.
Solvabilitas adalah
kemampuan perseroan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, yang diukur dengan
membuat perbandingan seluruh kewajiban terhadap seluruh aktiva dan
perbandingan seluruh kewajiban terhadap ekuitas
Likuiditas adalah
kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban lancarnya yang diukur dengan
menggunakan perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar.
Stabilitas adalah
kemampuan perseroan dalam mempertahankan usahanya dalam jangka waktu panjang
tanpa harus menderita kerugian. Untuk menilai stabilitas perseroan
digunakan laporan laba rugi dan neraca keuangan
(balance sheet) perseroan serta berbagai indikator keuangan dan non keuangan
lainnya.
Rasio Keuangan
Dalam
menganalisis dan menginterpretasikan laporan keuangan perusahaan dilakukan
perhitungan analisis rasio yang dapat memberikan gambaran kepada penganalisis
mengetahui keadaan keuangan perusahaan dan juga dibandingkan dengan data
pembandingnya. Menurut Weston et al. (1998) menulis, “Dari sudut investor,
meramalkan masa mendatang merupakan hal terpenting dari analisis laporan
keuangan, sedangkan dari sudut manajemen, analisis laporan keuangan berguna
sebagai cara untuk mengantisipasi keadaan di masa mendatang dan, yang lebih
penting, sebagai titik tolak bagi tindakan perencanaan yang akan mempengaruhi
jalannya kejadian di masa mendatang”(h. 294).
Mengacu
pada pendapat Munawir (2002) menyatakan bahwa analisis rasio merupakan suatu
perhitungan analisis berdasarkan pos-pos yang ada pada satu laporan atau
kombinasi antar laporan yang digunakan untuk menentukan tingkat likuiditas,
solvabilitas, dan profitabilitas perusahaan. Dengan mengacu pada pendapat
Munawir (2002) mengklasifikasikan analisis rasio keuangan menjadi sebagai
berikut: rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan rasio
rentabilitas.
1. Rasio Likuiditas/Liquidity Ratios
Rasio
likuiditas adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban finansiilnya sesegera mungkin pada saat ditagih dan
dalam membiayai operasinya. Apabila perusahaan mampu memenuhi kewajibannya
tepat waktu maka perusahaan tersebut dalam keadaan likuid sedangkan bila tidak
mampu memenuhinya, berarti dalam keadaan ilikuid. Yang termasuk dalam rasio
likuiditas antara lain:
A. Rasio lancar/current ratio
Rasio lancar
dapat digunakan untuk menunjukkan nilai aktiva lancar terhadap hutang lancar.
Rasio ini memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi tagihan jangka
pendeknya. Semakin besar rasio ini berarti semakin tinggi kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Rumusnya sebagai berikut:
Current ratio
= Current assets
Current liabilities
B. Rasio cepat/quick or acid-test
ratio
Rasio cepat
dapat digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya
tanpa memperhitungkan persediaan yang dimiliki, karena persediaan memerlukan
waktu yang cukup lama untuk segera dijadikan uang tunai. Semakin besar rasio
ini semakin baik. Rumusnya sebagai berikut:
Quick or
acid-test ratio = Current assets – Inventories
Current liabilities
C. Cash Ratio atau Ratio of Immediate
Solvency
Cash Ratio digunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang harus segera
dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih liquid (liquid assets). Rumusannya
adalah sebagai berikut :
Cash Ratio =
(Kas + Efek )/Kewajiban Lancar
D. Quick Ratio atau Acid Test Ratio
Quick Ratio
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban yang
harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih liquid (liquid assets),
rumus quick ratio adalah sebagai berikut :
Quick Ratio =
(Kas + Efek + Piutang)/Kewajiban Lancar
E. Working Capital to Total Assets
Ratio
Working
Capital to Total Assets Ratio dipergunakan untuk mengukur likuiditas dari total
aktiva dan posisi modal kerja (netto). Rumusnya sebagai berikut :
Working
Capital Ratio = (Aktiva Lancar + Kewajiban Lancar)/Jumlah Aktiva
2. Rasio Leverage
Rasio leverage adalah
rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva yang dimiliki
perusahaan berasal dari hutang atau modal, sehingga dengan rasio ini dapat
diketahui posisi perusahaan dan kewajibannya yang bersifat tetap kepada pihak
lain serta keseimbangan nilai aktiva tetap dengan modal yang ada. Sebaiknya
komposisi modal harus lebih besar dari hutang.
Yang termasuk
dalam rasio leverage antara lain:
A. Rasio total hutang terhadap total
aktiva/debt ratio
Rasio total
hutang terhadap total aktiva menunjukkan besarnya total hutang terhadap
keseluruhan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini hanya
merupakan persentase dana yang diberikan oleh kreditor bagi perusahaan.
Rumusnya sebagai berikut:
Debt
ratio = Total liabilities x 100 %
Total assets
B. Rasio total hutang terhadap total
ekuitas/debt to equity ratio
Rasio ini
dapat digunakan untuk mengukur sampai seberapa besar jumlah rupiah modal
sendiri yang dijaminkan atas hutang. Semakin besar rasio ini akan semakin
menguntungkan perusahaan, sedangkan bagi pihak bank akan mengakibatkan semakin
besar risiko yang ditanggungnya. Rumusnya sebagai berikut:
Debt to
equity ratio = Total liabilities x 100 %
Common equity
TD Equity =
(Hut. Lancar + Hut. Jangka Panjang)/Jumlah Modal Sendiri
C. Rasio kemampuan membayar bunga
(times-interest earned ratio)
Rasio ini
dapat digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam
membayar beban bunga dan memenuhi pembayaran bunga bagi kreditor. Rumusnya
sebagai berikut:
Times-interest
earned ratio = EBIT / Interest expense
D. Total Debt To Total Capital Assets
Ratio ini
digunakan untuk mengukur bagian aktiva yang digunakan untuk menjamin
keseluruhan kewajiban atau hutang. Rumusnya sebagai berikut :
TD Capital
Assets = (Aktiva Lancar + Hutang Jangka Panjang) / Jml Aktiva
E. Long Term Debt to Equity
Ratio
Ratio ini
digunakan untuk mengukur bagian dari modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk
hutang jangka panjang. Rumusnya adalah sebagai berikut :
LTD Equity
Ratio = Hutang Jangka Panjang / Modal Sendiri
F. Tangible Assets Debt Coverage
Rasio ini
digunakan untuk mengukur besar aktiva tetap tangible yang digunakan untuk
menjamin hutang jangka panjang, rumusnya adalah sebagai berikut :
TAD Coverage
=( Jml Aktiva + Tangible + Hutang Lancar)/Hutang Jangka Panjang
3. Rasio Aktivitas/Activities Ratios
Rasio
aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari baik dalam penjualan, penagihan
piutang, dan pemanfaatan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Yang termasuk
dalam rasio aktivitas antara lain:
A. Perputaran piutang usaha/accounts
receivable turnover
Rasio ini
menunjukkan besarnya modal kerja yang tertanam dalam piutang dan berapa kali
piutang rata-rata ditagih dalam periode tersebut. Semakin tinggi rasio ini
berarti semakin rendah modal kerja yang ditanamkan dalam piutang. Rumusnya
sebagai berikut:
Account
receivable turnover = Sales / Average account receivable
B. Periode penagihan rata-rata/days
sales outstanding
Rasio ini
menunjukkan berapa lamanya dana perusahaan yang ditanamkan dalam piutang dan
rata-rata waktu untuk menagih atau mencairkan piutang. Semakin kecil rasio ini
semakin baik bagi perusahaan karena semakin cepat piutang dapat dicairkan.
Rumusnya sebagai berikut:
Days sales
outstanding = 360 / Average account receivable turnover
C. Rasio perputaran
persediaan/inventory turn over ratio
Rasio ini
menunjukkan posisi persediaan dan berapa kali dana yang ditanamkan dalam
persediaan berputar pada suatu periode. Semakin besar turn over berarti semakin
baik bagi perusahaan karena dianggap penjualan berjalan dengan cepat. Rumusnya
sebagai berikut:
Inventory
turnover ratio = COGS / Average inventories
D. Rasio perputaran aktiva tetap/fixed
assets turn over
Rasio ini
menunjukkan berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar pada
suatu periode dan seberapa efektif perusahaan dalam menggunakan aktiva
tetapnya. Semakin tinggi rasio ini semakin baik karena kemampuan aktiva tetap
dalam melakukan penjualan tinggi. Rumusnya sebagai berikut:
Fixed assets
turnover ratio = Sales / Net fixed assets
E. Rasio perputaran total aktiva/total
assets turn over ratio
Rasio ini
mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas dari perputaran maupun pemanfaatan
total aktiva dalam menghasilkan penjualan. Rasio ini menunjukkan banyaknya
penjualan yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah yang telah ditanamkan
pada aktiva perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik bagi perusahaan.
Rumusnya sebagai berikut:
Total assets
turnover ratio = Sales / Total assets
4. Rasio Rentabilitas/Rentability
Ratios
Rasio
rentabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Rentabilitas suatu perusahaan
dapat diukur dengan kesuksesannya dalam menggunakan aktiva secara produktif,
maka rentabilitas itu dapat diketahui dengan membandingkan antara laba dengan
modal perusahaan tersebut.
Yang termasuk
dalam rasio rentabilitas antara lain:
A. Rasio laba kotor atas penjualan
(gross profit ratio)
Rasio ini
menunjukkan berapa besar laba kotor yang dapat diperoleh perusahaan untuk
setiap rupiah penjualan pada periode yang sama. Rumusnya sebagai berikut:
Gross profit
ratio = Gross profit x 100 %
Sales
B. Rasio laba bersih atas
penjualan/net margin on sales
Rasio ini
digunakan untuk mengukur laba bersih yang diperoleh pada tingkat penjualan yang
telah dilakukan dan kemampuan perusahaan dalam mengendalikan biaya. Semakin
besar rasio ini semakin baik karena kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba
cukup tinggi. Rumusnya sebagai berikut:
Net margin on
sales = Net income x 100 %
Sales
C. Pengembalian atas total
aktiva/Return On total Assets (ROA)
Rasio ini
digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang
telah ditanamkan pada aktiva untuk operasi perusahaan dalam memperoleh
keuntungan. Rasio ini juga menunjukkan produktivitas dari seluruh dana
perusahaan. Rumusnya sebagai berikut:
Return On
total Assets (ROA) = Net income x 100 %
Total assets
D. Pengembalian atas ekuitas/Return On
Equity (ROE)
Rasio ini
mengukur tingkat efisiensi modal sendiri dan menunjukkan laba bersih yang dapat
diperoleh dari modal pemilik. Semakin tinggi rasio ini semakin memperkuat
posisi modal pemilik perusahaan.
E. Laba per saham/Earning Per
Share (EPS)
Walsh, C.
(2003) seperti yang diterjemahkan oleh Haikal, S. menyatakan, “Angka ini
memberikan informasi tentang berapa laba yang diperoleh pemegang saham biasa
atas setiap lembar saham yang dimilikinya. Kita tidak perlu membandingkan laba
per saham satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, karena bisa saja suatu
perusahaan memiliki saham dalam jumlah yang besar tetapi berdenominasi kecil
atau memiliki jumlah saham yang lebih sedikit tetapi berdenominasi lebih besar”
(h. 148-149).
Return On
Equity (ROE) = Net income x 100 %
Common equity
Rumusnya
sebagai berikut:
Earning Per
Share = Earning After Taxes
Number of shares
F. Operating Income Ratio atau
Operating Profit Margin
Dipergunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba operasi sebelum bunga dan
pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan. Rumusnya adalah sebagai
berikut :
OIR =
(Penjualan Bersih – HPP – Biaya2)/Penjualan Bersih
G. Net Earning Power Ratio atau
Rate Of Return On Investment (ROI)
ROI digunakan
untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva
untuk menghasilkan keuntungan bersih. Rumusnya sbb :
ROI = Laba
Bersih Setelah Pajak / Jumlah Aktiva
H. Rate Of Return for Owners atau Rate of
Return on Net Worth
Digunakan
untuk mengukur kemampuan modal sendiri dalam menghasilkan keuntungan bagi
pemegang saham preferen dan saham biasa. Rumusnya adalah:
Rate of
Return For Owners = Laba Bersih Setelah Pajak / Jumlah Modal Sendiri
I. Operating Ratio
Operating
Ratio digunakan untuk mengukur biaya operasi per rupiah penjualan, semakin
kecil angka rasio menunjukan kinerja yang semakin baik. Rumusnya sebagai
berikut :
Operating
Ratio = (HPP + By Adm.Penjualan & Umum)/Penjualan Bersih
Metode
Analisis
keuangan seringkali menggunakan rasio keuangan dari tingkat solvabilitas ,
profitabilitas, pertumbuhan usaha.
Kinerja masa
lalu untuk suatu masa tertentu misalnya selama 5 tahun
Kinerja
mendatang: menggunakan figur kinerja masa lalu dan teknik matematika serta statistik,
termasuk nilai sekarang dan nilai mendatang. Metode perhitungan ini adalah
merupakan penyebab dari kesalahan analisis keuangan dimana statistik masa lalu
dapat menyebabkan rendahnya prediksi masa mendatang.
Perbandingan
kinerja yaitu membandingkan kinerja antara beberapa perusahaan dalam
industri sejenis.
ANALISA LAPORAN KEUANGAN
Analisa
laporan keuangan (financial statement analysis) adalah aplikasi dari alat dan
teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data yang
berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat dalam
analisis bisnis.
Jumat, 11 Januari 2013
Arsitektur Komputer
Arsitektur
Komputer
Peralatan input
Peralatan
input adalah peralatan komputer yang fungsinya menerima input
berupa data yang akan diproses komputer. Manusia atau pemakai komputer
memasukkan data melalui peralatan input ini dengan cara : mengetik, menyentuh
atau menggunakan media seperti sinar, suara dan sebagainya.
Seperti
yang diketahui, bahwa definisi komputer adalah : alat pengolah data elektronik.
Data di sini tidak hanya berupa besaran digital saja (misalnya yang diinput
melalui papan ketik / keyboard) melainkan dapat pula berupa besaran analog
seperti : cahaya, suara dan sebagainya.
Peralatan input dapat
berupa :
- Peralatan input langsung, antara lain:
a.1 Keyboard, yang dalam
pemakaiannya dapat bersama dengan peralatan lain berupa :
a.1.1 Keyboard pada komputer biasa (Komputer personal atau semacamnya)
a.1.2 Teleprinter Terminal
a.1.3 Financial Transaction Terminal
a.1.4 Point of Sale terminal
a.2 Pointing Devices,
yang dapat berupa:
a.2.1 Mouse
a.2.2 Touch Screen
a.2.3 Light Pen
a.2.4 Digitizer Graphics Tablet
a.3 Scanner, yang dapat
berupa:
a.3.1 Magnetic Ink Caharacter Recognition
a.3.2 Optical data reader, yang terbagi atas:
- OCR Reader
- OCR Tag Reader
- Bar code Reader (Universal Product Code Reader)
- OMR Reader
a.4 Sensor, yang dapat
berupa
a.4.1 Mata di komputer
a.4.2 Digitizing camera
a.5 Voice Recognizer
- Peralatan input tidak
langsung, antara lain :
b.1 Key to Card
b.2 Key to Disk
b.3 Key to Tape
Berikut ini beberapa
alat input yang umum digunakan akan dikenalkan dan dibahas secara singkat.
Keyboard
Keyboard atau papan ketik adalah
peralatan untuk memasukkan data dengan menekan tombol-tombol yang ada padanya.
Keyboard pada Personal
Komputer
Keyboard ini merupakan
peralatan input yang paling dikenal.
Prinsip kerja
keyboard adalah sebagai berikut: bila seseorang menekan tombol pada keyboard,
maka terjadilah keadaan kapasitansi yang memicu timbulnya pulsa-pulsa, sesuai
dengan tombol yang ditekan. Pulsa-pulsa ini dikirim ke alat pemroses untuk
diproses selanjutnya.
Teleprinter Terminal
Teleprinter terminal
terdiri dari keyboard dan tampilan berupa alat cetak (printer).
Alat ini biasa juga
dikatakan hard copy terminal.
Data diinput meliwati
keyboard dan muncul pada kertas. Data tersebut terkirim ke alat pemroses dan
diproses .
Kegunaan kertas di sini
adalah agar pemakai komputer mempunyai arsip apa yang telah diinputnya.
Financial Transaction
Terminal
Financial Transaction
Terminal dipakai untuk
transaksi yang berhubungan dengan keuangan. Salah satu jenis peralatan ini
adalah ATM ( Automatic Teller Machine), yang dikenal juga dalam bahasa
Indonesia sebagai Anjungan Tunai Mandiri.
Point of Sale Terminal
Point of sale adalah suatu
peralatan yang biasanya dipakai di supermarket, yang mana terdiri dari keyoard,
alat display dan alat cetak. Data transaksi berupa kode barang dan jumlah
barang diinput lewat keyboard. Display memunculkan data transasksi dan alat
cetak mencetak tanda terima dari pembeli.
Pada saat ini, Point of
Sale terminal dilengkapi dengan pembaca harga barang yang diketikkan secara
magnetic pada bar code (kode batang). Alat pembaca yang
menggunakan cahaya (biasanya infra merah) disebut Optical Character
Recognition (OCR)
Pointing Device
Untuk keperluan tertentu, misalnya untuk pembuatan grafik (gambar), pengalihan
kursor dan sebagainya, pemakaian keyboard kurang memuaskan. Oleh karena itu
dipakai peralatan lain yang disebut pointing device, yaitu
peralatan yang dapat menunjukkan titik tertentu di layar.
Jenis-jenis pointing
device antara lain adalah sebagai berikut.
Mouse
Mouse adalah
peralatan pointing device yang digunakan untuk mengatur posisi
tertentu di layar dan setelah titik atau gambar tertentu yang diinginkan sudah
tertunjuk oleh kursor atau pointer, maka dengan menekan tombol , data yang
diinginkan masuk ke pemroses.
Mouse pertama kali
dikembangkan oleh Doug Engelbart di Stanford Research Institute sekitar tahun
1960. Pengembangan mouse ini diterapkan pada komputer Xerox Star. Perusahaan
komputer Apple mengenalkan mouse ini pada produknya dengan nama Apple
Lisa. Pada saat ini boleh dikatakan semua komputer digital menggunakan
mouse sebagai salah satu alat input.
Touch Screen
Touch screen adalah
layar yang dilengkapi fasilitas, sehingga dapat memasukkan data dengan
penyentuhan menggunakan jari.
Misalnya pada layar
tersebut diberikan beberapa pilihan, maka dengan menyentuh salah satu pilihan
seseorang dapat menjalankan program berdasarkan pilihan tadi.
Light Pen
Light pen adalah
pena yang bila disentuhkan pada suatu layar yang dilengkapi dengan
fasilitas khusus, maka terjadi pemilihan lokasi pada layar, dan bila lokasi itu
berupa pilihan ( seperti hanlnya pada touch screen) : pilihan akan
dilaksanakan.
Kelebihan dari light pen
dibandingkan dengan touch screen adalah ketelitian penunjukan yang lebih tinggi
dan tidak ada resiko pelompatan electron bebas dari layar ke jari.
Selain untuk pemilihan,
maka light pen dapt dipakai untuk menggambar sesuatu atau membuat grafik.
Digitizer Graphic Tablet
Alat ini dipakai untuk
menggambar grafik secara elektronik. Denan alat yang menyerupai pena yang
dijalankan di atas meja (table) khusus, gambar akan terlihat di layar dan dapat
direkam atau diproses.
Scanner
Alat input berupa
scanner bekerja dengan cara meraba secara elektronik input yang akan dibaca.
Pada saat ini banyak
yang hanya mengetahui bahwa istilah peralatan scanner hanya untuk merekam
gambar dan mencetaknya.
Secara umum scanner
terbagi atas;
1. Magnetic Ink Character recognition
1. Magnetic Ink Character recognition
2. Optical Data reader, yang terdiri dari:
2.1 Optical Character Recognition ( OCR ) Reader
2.2 OCR Tag Readr
2.3 Bar Code Wand
2.4 Optical Mark Recognition (OMR) Reader
Magnetic Ink Character
\Recognition (MICR)
MICR banyak digunakan di
bank bank untuk trransaksi cek. Kode identifikasi bank dan nomor rekening
nasabah (yang ditulis dengan tinta magnetic dan bisa saja tidak terlihat oleh
mata) akan dibaca oleh komputer dan komputer akan memproses nilai transfer pada
cek tersebut.
Optical Character
Recognition (OCR) Reader
Alat ini dapat membaca
character (huruf, angka dan tanda-tanda) baik dari alat cetak maupun tulisan
tangan. Tentu saja dibantu dengan perangkat lunak dan standard character yang
telah disiapkan lebih dahulu.
OCR Tag Reader
OCR Tag Reader adalah
alat pembaca label barang yang dijual. Umumnya terdapat di supermarket. Namun
character yang ditulis dalam bentuk (font) karakter OCR.
Bar Code Wand
Alat ini serupa dengan
OCR Tag reader, hanya saja Alat ini dipakai untuk membaca label barang yang
dicetak dalam bentuk kode batang (bar code)
Kode batang yang paling
banyak digunakan adalah system Universal Product Code (UPC)
UPC menggunakan 10 kode
digit yang terdiri dari : 5 digit pertama menunjukkan identitas pabrik dan 5
digit berikutnya menunjukkan kode barang dan ukurannya.
OMR Reader
Optical Mark Recognition
(OMR) reader sekarang banyak dipakai untuk penilaian testing, pembacaan hasil
daftar pertanyaan (kuesioner) dan sebagainya. Alat ini membaca letak yang
ditandai dengan hitam (biasanya menggunakan pinsil 2B) dan mengirimkan data ini
ke alat pemroses
S E N S O R
Sensor adalah alat yang
mampu secara langsung menangkap data kejadian phisik. Data analog yang
dikumpulkan tersebut dimasukkan ke pengubah: analog-to-digital-converter yang
mana data tadi berubah menjadi digital dan dimasukkan ke alat pemroses.
Mata di Komputer
Alat
ini biasanya dipasang pada kamera di pesawat ruang angkasa, baik untuk
keperluan ilmiah maupun untuk keperluan mata-mata. Hasil jepretan kamera yang
berupa data analog dirubah menjadi digital dan diproses oleh komputer.
Digitizing Camera
Kamera digital seperti ini sudah sangat
populer pada saat ini, bahkan hand phone pun sering dilengkapi dengan kamera
ini. Pemrosesannya dapat menggunakan komputer untuk menghasilkan gambar
VOICE RECOGNIZER
Alat
ini merupakan cikal bakal perkembangan komputer generasi ke 5 kelak. Sekarang
banyak dipakai sebagai pengenal suara. Msalnya, seseorang ingin membuka pintu
halamannya tidak perlu turun dari mobil, cukup menggunakan mikropon, yang mana
suaranya dikirim melalui gelombang radio, dicocokkan dengan yang terekam di
komputer. Bila “match” (cocok) maka pintu akan
terbuka.
Pemrosesan pusat dan penyimpanan sekunder
a. Pemrosesan pusat berada pada CPU
yang terdiri dari :
1. Control Unit
Control
Unit bertugas mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada pada sistem
komputer.
2. Arithmatic And Logical Unit
Arithmatic
And Logical Unit bertugas melakukan semua perhitungan atitmatic dan logika yang
terjadi sesuai dengan instruksi program.
3. Register
Register
adalah tempat penyimpanan instruksi dan data yang sedang di proses oleh CPU,
sedang instruksi-instruksi dan data lainnya yang menunggu giliran untuk di
proses dan di simpan di memori utama.
b. Penyimpanan sekunder
Memory
sekunder, dipergunakan untuk menyimpan data, informasi, dan program secara
permanen sebagai berkas atau file. Contoh memory sekunder adalah floppy disk,
hard disk, zipdrive, CD-Rom, DVD, dan lain-lain. Memory sekunder mempunyai
karakteristik sebagai berikut.
1. Sifat penyimpanan yang tetap (
persistent ), sehingga media penyimpanan sekunder perlu dipisahkan dari unit
pengolah utama ( central prosessing unit/ CPU ) dan memory utama ( main memory
), dan di hubungkan oleh kabel/bus ke unit pengolah ( prosessor ) dan memory
utama (main memory)
2. Kemampuan untuk digunakan secara
bersama-sama ( shareability ).
3. Kemampuan untuk menyimpan
sejumlah data, informasi, dan program.
Peralatan output
Alat
keluaran atau output devices merupakan piranti keluaran yang berfungsi sebagai
alat untuk mengeluarkan data atau informasi dari komputer. Output device juga
bisa diartikan sebagai peralatan yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil
pemrosesan ataupun pengolahan data yang berasal dari CPU kedalam suatu media
yang dapat dibaca oleh manusia ataupun dapat digunakan untuk penyimpanan data
hasil proses. Jenis dan media dari output device yang dimiliki oleh komputer
cukup banyak. Contoh :
Monitor
Alat
ini kita dapat melihat semua proses dalam computer, tanpa monitor sangat sulit
kita untuk melakukan intruksi dan melakukan analisis data serta melihat hasil
kerja dari computer.
1.Printer
Alat
untuk mencetak hasil olah digital computer ke lembar kertas. Bahkan telah ada
printer yang dapat mencetak obyek dalam wujud 3 dimensi (benda) bukan dalam
lembaran kertas. Jadi hasil print-nya berupa miniatur obyek 3D yang dirancang
dalam komputer.
2.Speaker
Alat
untuk keluaran suara dari computer. Perkembangan soundcard semakin memanjakan
telinga kita dengan dukungan sistem audio speaker yang berkualitas.
b.Software
Adalah
sekumpulan data-data elektronik yang diatur oleh komputer
berupa instruksi untuk menjalankan suatu program. Software tidak dapat disentuh
atau dilihat fisiknya tetapi dapat dijalankan dengan komputer. Software yang
baik dalam mendukung pemecahan masalah adalah kemudahan dalam menjalankan
software dan meminimumkan kesalahan user. Software terbagi menjadi 2 yaitu :
Sistem operasi
Sistem
operasi adalah sekumpulan rutin peralatan lunak yang berada di antara program
aplikasi dan perangkat keras. Semua perangkat keras berjalan dibawah kendali
sistem operasi, mengakses perangkat keras lewat sistem operasi, dan mengikuti
aturan-aturan yang dijalankan oleh sistem operasi. Contoh : linux, windows, mac
dll
Aplikasi
Software
aplikasi atau software aplikasi adalah software program yang memiliki aktivitas
pemrosesan perintah yang diperlukan untuk melaksanakan permintaan pengguna
dengan tujuan tertentu. Software aplikasi terdiri dari :
1. Bahasa pemrograman (programming
language)
2. Program aplikasi (Application
Program)
3. Program paket / paket aplikasi
(packet program)
4. Program utilitas (utility program)
5. Games dan entertainment dan lain-lain
c. Peranan
peralatan input dan output serta sorfware dalam pemecahan masalah
Semua alat input dan output dapat
berkontribusi pada pemecahan masalah baik secara langsung dan tidak langsung.
Contoh: keyboard , display, printer dan plotter (berperan langsung), source
data automation device, microfilm (berperan tidak langsung). Seperti halnya
perangkat keras, perangkat lunak dapat juga berperan langsung atau tidak
langsung. Contoh: sistem operasi (berperan tidak langsung), aplikasi bisnis
umum dan industri (berperan tidak langsung), sebagian perangkat lunak aplikasi
peningkatan produktivitas organisasi perorangan (berperan tidak langsung),
spreadsheet, analisis statistik dan perkiraan, manajemen proyek (berperan
langsung).
Langganan:
Postingan (Atom)






